myGuhabau Amazing Adventure

HARGA PAKET GUHA BAU BODY RAFTING

HARGA PAKET GUHABAU BODYRAFTING -GREEN CANYON Per Paket 5 (lima) orang Standard Package 01 Rp. 1.125.000,- Distance : 10 KM (4-5 JA...

Cukang Taneuh yang Angker kini "Green Canyon" yang mendunia


Wisata Cukang Taneuh – Green Canyon


Cukang Taneuh atau lebih di kenal dengan Green Canyon merupakan wisata sungai yang saat ini dijadikan sebagai sebuah objek wisata di Kabupaten Ciamis yang sekarang menjadi Kabupaten Pangandaran. Green Canyon terletak 31 km




arah Selatan Pangandaran tepatnya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Propinsi Jawa Barat. Tempat ini sebenarnya sudah mulai dirintis sebagai tempat wisata pada era pemerintahan Soeharto sekitar tahun 1990an awalnya dikelola oleh Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) desa Kertayasa dan dengan perkembangannya kepengurusan dari Green Canyon ini, berubah yang tadinya dikelola oleh LKMD diganti di kelola oleh Kelompok Penggerak Pariwisata (KOMPEPAR) dan Dinas Pariwisata sebagai koordinator penggeraknya. Dengan adanya perhatian dari Pemerintah setempat objek wisata ini mengalami kemajuan pesat hal ini terbukti dengan adanya perbaikan fasilitas serta pembangunan dermaga II yang terletak di sekitar objek wisata Cukang Taneuh. Pada awalnya Dermaga II ini telah dirintis oleh masyarakat dengan membangun fasilitas ruang bilas serta saung persinggahan yang pada akhirnya rusak terbawa banjir. Dengan adanya perhatian dari pemerintah keadaan tersebut sudah pulih kembali dan Dermaga II terlihat lebih besar dengan penambahan fasilitas seperti musola dan saung – saung peristirahatan, dermaga II ini oleh penduduk sekitar menyebutnya dengan palatar (bahasa sunda yang artinya peletaran yang luas).

Nama Green Canyon di dapat dari seorang turis asing dari prancis yang bernama Bill Jhon, sedangkan nama aslinya adalah Cukang Taneuh. Cukang yang mempunyai arti jembatan dan Teneuh berarti tanah jadi Cukang Taneuh mengandung arti jembatan yang terbuat dari tanah alamlah yang memprosesnya sehingga membentuk jembatan dengan tekstur bawah jembatannya adalah stalaknit dan stalakmit. Apabila di liat dari kejauhan akan terlihat seperti mulut gua dengan di hiasi oleh lembah yang hijau di bawah jembatan tersebut adalah tempat pemberhentian perahu pesiar, sebelum masuk kedalam ada sebuah air terjun yang oleh penduduk setempat menyebutnya sebagai pancuran emas. Memang pada saat tertentu akan terlihat seperti emas yang di akibatkan oleh air yang keruh berwarna kecoklat – coklatan tertimpa sinar matahari dari kejauhan akan terlihat samar seperti pancuran emas.

Masuk lebih ke dalam lagi apabila berenang akan melewati batu yang berbentuk mirip payung maka di sebut sebagai batu payung. Di batu payung ini pengunjung dapat menaikinya dan apabila ada berani bisa meloncat terjun ke sungai tentunya hal tersebut di lakukan harus dengan pengawasan dari pemandu. Lebih kedalam lagi ada yang di sebut pemandian putri, tempat ini berada sedikit di atas tebing pengunjung yang berkeinginan ke tempat tersebut harus memanjat sedikit tebing. Pemandian putri ini berbentuk seperti bak mandi tidur dengan di hiasi air rembesan dari dinding dan stalaknit sehingga membentuk sepertin air hujan, dingin dan menyegarkan yang konon katanya khasiat dari pemandian putri ini bisa membuat awet muda. Sampai di sini pengunjung green canyon dapat menikmati keindahannya apabila naik perahu pesiar. Masih banyak tempat – tempat menarik lainnya dan hanya bisa di nikmati dengan body rafting. Pasti timbul dalam benak kita pertanyaan, apakah itu Bodyrafting ?

Bodyrafting berbeda dengan rafting atau arung jeram. Bodyrafting (raft=perahu) adalah mengarungi sungai tanpa perahu karet, tubuh kitalah sebagai pengganti perahu dankita akan menyatu dengan permukaan air dan sekali-sekali di selingi dengan berjalan di pinggiran untuk menghindari jeram atau bagian yang berbahaya. Tidak perlu khawatir kalau tidak bisa berenang, karena kita menggunakan perlengkapan standartlife vest (pelampung) dan helmet, pelindung lutut dan sepatu karang (coral booties) serta di temani instruktur yang sudah berpengalaman serta mengetahui sifat dan dinamika sungai yang akan di arungi, serta dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi dalam setiap pengarungan.

Kembali ke alam, apa pun bentuknya, selalu menjadi momen paling menyenangkan. Menyatu dengan alam melupakan sejenak rutinitas dengan sedikit beraktivitas di alam, salah satunya sebagai alternatif wisata di green canyon adalah Bodyrafting. Dengan bodyrafting pengunjung dapat lebih mengeksplor lagi jauh ke dalam dari objek utama green canyon, mulai dari perjalanan pertama dari sekretariat melewati gerbang Desa Kertayasa kita akan di suguhi pemandangan areal pesawahan dan perkebunan pada musim tanam pengunjung dapat penyaksikan atau bahkan ikut serta turun ke sawah untuk mengikuti kegiatan petani di sawah begitu juga pada musim panen, masuk ke gerbang guha bau pngunjung juga akan menikmati pemandangan perkebunan rakyat dan ternak sapi/kambing/domba dari puncak bukit juga dapat melihat sekilas pantai Batu Karas dan pada akhirnya sampai di saung persinggahan bodyrafting Guhabau. Sejenak kita akan beristirahat sebelum melanjutkan turun ke lokasi start bodyrafting. Perjalanan dari saung persinggahan ke Guha Bau (gua Bau) memakan waktu 20-30 menit, sebelum sampai ke mulut gua kita akan melewati rimbunnya semak belukar dengan di hiasi pepohonan namun semunya itu aman dari binatang yang sekiranya membahayakan. Bau yang sedikit menyengat hidung sudah mulai dapat di rasakan di tengah perjalan turun, bau tersebut berasal dari kotoran kelelawar yang banyak menghuni di dalam gua. Walupun demikian kotoran kelelawar tersebut banyak di manfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai pupuk organik. Akan sedikit licin sebelum sampai di mulut gua, di depan Guha Bau inilah perjalanan body rafting di mulai turun ke sungai namun sebelumnya instruktur/pemandu akan melakukan sedikit pengarahan sebelum turun ke sungai.

Selama perjalanan di sungai yang menghabiskan waktu 4 – 5 jam perjalanan tersebut akan melewati beberapa jeram dan tempat seperti Curug Jenggala, Leuwi Panjang, Leuwi Ki sunda, Cadas Ngampar kemudian sampai di pintu masuk ke areal utama green canyon akan di sambut dengan tetesan air dari bebatuan yang berbentuk seperti air hujan dan sampailah di pemandian putri dan terusnya batu payung. Perjalanan berlanjut dengan melewati jembatan tanah (Cukang Taneuh), pancuran emas dan tibalah di garis akhir yaitu Dermaga II.

Demikianlah sepintas perjalanan yang dapat kami gambarkan, akan sangat terasa sekali keindahan dan keagungan dari green canyon ini dengan mengunjunginya kami selaku operator dari Bodyrafting siap berbagi pengalaman dan petualangan menyusuri sungai cijulang (Green Canyon).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google+ Followers